aRmY’s Journal

May 12, 2006

idealis atau perfeksionis?

Duuuwwwh.. Masa-masa banyak tugas mulai mendera. Sebenernya sih ga ada yang perlu diributin dari tugas. Setiap mahasiswa pasti banyak tugas lah. Kalo ga banyak tugas, apa gunanya ada sks dong? (satuan kredit semester tentunya, bukan sistem kebut semalem). Tapi yang jadi masalah, ketika tugas-tugas itu dikerjain sama orang-orang sekelompok. Semua beda-beda karakter. Ada yang rajin ada yang males, ada yang pengen ngerjain cepet-cepet ada yang suka nunda-nunda, dll. Justru disitu kali ya tantangannya ngerjain sesuatu berkelompok. Yang sama dari kita: anak Jurnal yang terkadang berjiwa idealis

Di KBBI, Idealis itu artinya orang yang bercita-cita tinggi atau pengikut aliran idealisme. Artinya sih emang bagus, tapi kenyataannya idealis itu bukan merupakan sesuatu yang selalu baik kan? 

Emang kenapa sih anak Jurnal banyak yang berjiwa idealis? Ga tau juga ya, sebenarnya gw ngga ngerasa kalo gw itu berjiwa idealis. Tapi faktor temen2 dan para dosen yang mendorong kita untuk jadi sosok yang idealism. Secara ga langsung mereka seolah-olah "mendoktrin" otak kita untuk menjadi idealis (yah.. seenggaknya kaya gitu sih yang gw rasain) Padahal untuk jadi seseorang yang idealis itu ga gampang. Justru susah banget soalnya kita jadi berkesan "maksain" diri untuk sesuatu yang belum tentu bisa kita jalankan (aduh belibet banget bahasanya, tapi ngerti kan?) Yah, contohnya seperti sekarang ini. Untuk tugas KLB dan KomBangSos yang disuruh meneliti suatu komunitas. Jelas-jelas komunitasnya boleh milih. Tapi karena kita idealis dan pengen lain dari yang lain terus kita milih komunitas yang susah banget untuk diteliti. Istilahnya muluk banget lah. Emang sih kalo udah selesai jadi punya pengalaman berharga, kepuasan batin, dan sebagainya. Tapi pada prosesnya kan jadi stres gitu lah karena udah kebayang susahnya untuk bisa masuk ke komunitas itu dan mengorek2 informasi yang kita butuhin. Belum lagi kalo komunitasnya berbahaya. Resiko kan ditanggung sendiri, bukan ditanggung dosen! Bisa gila ni gw! Jadi gimana dong? Ini efek dari idealis kah? atau hanya sekedar ingin tampil beda? atau dua-duanya kaya yang udah gw sebutin diatas? Atau harus muncul istilah baru dalam tulisan ini: perfeksionis?

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://army.blogsome.com/2006/05/12/idealis-atau-perfeksionis/trackback/

  1. ya gini aja, kalo emg enjoy dan bisa diambil manfaatnya, why not..
    but if you getting stressed.. just stop it right now..
    but i think you could enjoy with that.. :D

    Comment by anak Baka — May 15, 2007 @ 10:10 am

  2. halohalo .. lam knal yahhh .. gwe juga sebenrnya blm ngerti bner apa itu idealis ..
    kalo seniman yang dibilang idealis itu maksudnya apaa ??…

    Comment by vica — February 8, 2009 @ 12:00 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham