Waktu itu sempet Yahoo! Messenger-an sama temen (Inda + Ocha) terus kita iseng gitu bikin puisi bersambung. Dasar semua anaknya gila-gila, puisinya jadinya juga najis banget. He..he.. bahasanya amit-amit deh. Tapi pas udah disambungin sih lucu juga. Mungkin ada yang bisa nebak, mana bahasa gw dan mana bahasa temen gw itu ? Ho..ho.. Daripada disimpen doang di komputer, puisinya dipublikasiin deh ni :
Setiap kali aku melihatmu di kejauhan
Ada sesuatu berbeda yang kurasakan
Sesuatu yang tak bisa kuungkapkan
Sesuatu yang tak dapat pula kucurahkan
Sesuatu yang hanya bisa aku rasakan sendiri di dalam hati
Pujaanku…
Apakah kau tahu aku ada disini
Dengan semua perasaan ini
Apakah kau juga merasakan apa yang kurasakan ?
Apakah kau merasakan setiap getaran yang ada ?
Getaran setiap kali aku melihatmu
Walaupun hanya dari kejauhan
Tatapan matamu….
Senyum hangatmu…
Wangi yang merebak dari tubuhmu…
Semua bisa menghangatkanku di kedinginan di antara kita
Pada siapa ku harus jujur
Tuk ungkap semua rasa ini
Rasa yang semakin dalam terasa
Rasa yang melelehkan hatiku
Apakah batinku sanggup menahan gejolak ini ?
Sampai kapan ?
Akankah kau melihat ke arahku ?
Akankah kau membalas senyumku dengan senyum hangatmu?
Berapa banyak lagi senyum yang harus kuberikan padamu wahai pujaanku?
Berapa banyak lagi kata-kata yang harus kurangkai untuk melukiskan dirimu oh pujaanku?
Aku akan selalu ada disini
Menantimu sampai kau melihatku
Dan bertanya siapa namaku
Aku akan terus bertahan sampai nanti kau dapat menjawab perasaanku
Walaupun bukan jawaban yang kuharapkan
Tapi aku hanya ingin kau tahu isi hatiku
Hatiku hanya untukmu
Mungkin kau adalah orang terindah dalam hidupku
Aku takkan menuntut banyak darimu
Karena cinta tak menuntut
Aku hanya ingin kau menganggap aku ada di dunia ini
Aku hanya ingin kau datang padaku untuk mencurahkan segala isi hati
Tak lebih…
Hanya itu yang aku mau..
Ya apapun itu pujaanku…
Curahkanlah padaku
Baru sekali ini aku melihat keindahan seorang Adam ciptaan-Nya
Keindahan yang sempurna karya Yang MahaSempurna
Yang semuanya dapat aku nikmati namun tetap tak dapat kumiliki
Pujaanku…
Ku harus bagaimana lagi untuk menjawab semua isi hatiku
Semuanya telah kucoba untuk melupakanmu
Tapi ku tak bisa
Bayanganmu selalu hadir di setiap detik hidupku
Ku tak bisa menghapus semua isi hatiku
Darah di nadiku hanya menuliskan aliran namamu
Kau lah yang selalu ada dalam setiap desah nafasku
Tak satupun yang merasuki jiwaku selain bayangan wajahmu
Setiap arah mata angin yang kutuju semua mengarah padamu
Hanya padamu…
Dalam benakku namamu terpatri dengan kuat
Aku terhanyut oleh semua yang kau miliki
Tak dapat kulakukan apapun untuk memilikimu
Kau mungkin lebih mencintai dia
Dia yang tidak memiliki perasaan cinta seperti yang aku punya
Semua yang ada di dirimu seperti yang terbaik bagiku
Namun semua yang terbaik pada diriku untuk kau jadikan yang terburuk pun kurasa tak pantas
Karena aku memang tak layak untukmu
Aku hanya seorang buruk rupa yang mengharap pangeran menghadap padanya
Ya… aku bukanlah wanita yang kau harapkan
Mungkin hanya upik abu yang bisa menjadi putri…
Bukan aku…
Aku memang bukan dia..
Tapi aku mencintaimu lebih darinya
Ku yakin suatu saat nanti kau akan merindukanku dengan segala kekuranganku ini
Kau kan tahu bahwa aku lebih pantas bersamamu
Ha..ha.. Jiji abis ! Ngga ada judul ni puisinya,,, Si Inda bilang judulnya “Cinta Sendiri” kalo gw bilang : “Cintaku Bukan Cintamu”. Judul-judulnya kaga kreatip bener. Tapi terlalu hiperbol juga sih ni puisi. Kita memang bukan pujangga tapi karena kebanyakan baca novel dan komik, nonton pilem ato sinetron, sama dengerin lagu-lagu yang syairnya sungguh menohok hati (bisa diliat lah kata-kata di puisi itu yang mirip-mirip sama lagu), kita jadi sok puitis gitu. Ngga banget ya ? =D
Inget bikin puisi jadi inget waktu sma pernah bikin puisi bersambung juga, terus suka bikin puisi asal-asalan juga yang ada di orji-nya si buluk (bul, masih ada ga puisi gw yang norak ituh? Heu2..) Tapi bikin puisi bersambung gini bisa mengasah keterampilan juga kok.
Inda - Dirikuw - Ocha