aRmY’s Journal

September 2, 2006

Puisi Aja Dulu

Filed under: Others

Waktu itu sempet Yahoo! Messenger-an sama temen (Inda + Ocha) terus kita iseng gitu bikin puisi bersambung. Dasar semua anaknya gila-gila, puisinya jadinya juga najis banget. He..he.. bahasanya amit-amit deh. Tapi pas udah disambungin sih lucu juga. Mungkin ada yang bisa nebak, mana bahasa gw dan mana bahasa temen gw itu ? Ho..ho.. Daripada disimpen doang di komputer, puisinya dipublikasiin deh ni :

Setiap kali aku melihatmu di kejauhan

Ada sesuatu berbeda yang kurasakan

Sesuatu yang tak bisa kuungkapkan

Sesuatu yang tak dapat pula kucurahkan

Sesuatu yang hanya bisa aku rasakan sendiri di dalam hati


Pujaanku…

Apakah kau tahu aku ada disini

Dengan semua perasaan ini

Apakah kau juga merasakan apa yang kurasakan ?

Apakah kau merasakan setiap getaran yang ada ?

Getaran setiap kali aku melihatmu

Walaupun hanya dari kejauhan


Tatapan matamu….

Senyum hangatmu…

Wangi yang merebak dari tubuhmu…

Semua bisa menghangatkanku di kedinginan di antara kita


Pada siapa ku harus jujur

Tuk ungkap semua rasa ini

Rasa yang semakin dalam terasa

Rasa yang melelehkan hatiku

Apakah batinku sanggup menahan gejolak ini ?

Sampai kapan ?


Akankah kau melihat ke arahku ?

Akankah kau membalas senyumku dengan senyum hangatmu?

Berapa banyak lagi senyum yang harus kuberikan padamu wahai pujaanku?

Berapa banyak lagi kata-kata yang harus kurangkai untuk melukiskan dirimu oh pujaanku?


Aku akan selalu ada disini

Menantimu sampai kau melihatku

Dan bertanya siapa namaku

Aku akan terus bertahan sampai nanti kau dapat menjawab perasaanku

Walaupun bukan jawaban yang kuharapkan

Tapi aku hanya ingin kau tahu isi hatiku

Hatiku hanya untukmu


Mungkin kau adalah orang terindah dalam hidupku

Aku takkan menuntut banyak darimu

Karena cinta tak menuntut

Aku hanya ingin kau menganggap aku ada di dunia ini

Aku hanya ingin kau datang padaku untuk mencurahkan segala isi hati

Tak lebih…

Hanya itu yang aku mau..

Ya apapun itu pujaanku…

Curahkanlah padaku


Baru sekali ini aku melihat keindahan seorang Adam ciptaan-Nya

Keindahan yang sempurna karya Yang MahaSempurna

Yang semuanya dapat aku nikmati namun tetap tak dapat kumiliki


Pujaanku…

Ku harus bagaimana lagi untuk menjawab semua isi hatiku

Semuanya telah kucoba untuk melupakanmu

Tapi ku tak bisa

Bayanganmu selalu hadir di setiap detik hidupku

Ku tak bisa menghapus semua isi hatiku


Darah di nadiku hanya menuliskan aliran namamu

Kau lah yang selalu ada dalam setiap desah nafasku

Tak satupun yang merasuki jiwaku selain bayangan wajahmu

Setiap arah mata angin yang kutuju semua mengarah padamu

Hanya padamu…

Dalam benakku namamu terpatri dengan kuat


Aku terhanyut oleh semua yang kau miliki

Tak dapat kulakukan apapun untuk memilikimu

Kau mungkin lebih mencintai dia

Dia yang tidak memiliki perasaan cinta seperti yang aku punya


Semua yang ada di dirimu seperti yang terbaik bagiku

Namun semua yang terbaik pada diriku untuk kau jadikan yang terburuk pun kurasa tak pantas

Karena aku memang tak layak untukmu

Aku hanya seorang buruk rupa yang mengharap pangeran menghadap padanya

Ya… aku bukanlah wanita yang kau harapkan

Mungkin hanya upik abu yang bisa menjadi putri…

Bukan aku…

Aku memang bukan dia..

Tapi aku mencintaimu lebih darinya

Ku yakin suatu saat nanti kau akan merindukanku dengan segala kekuranganku ini

Kau kan tahu bahwa aku lebih pantas bersamamu

 

Ha..ha.. Jiji abis ! Ngga ada judul ni puisinya,,, Si Inda bilang judulnya “Cinta Sendiri” kalo gw bilang : “Cintaku Bukan Cintamu”. Judul-judulnya kaga kreatip bener. Tapi terlalu hiperbol juga sih ni puisi. Kita memang bukan pujangga tapi karena kebanyakan baca novel dan komik, nonton pilem ato sinetron, sama dengerin lagu-lagu yang syairnya sungguh menohok hati (bisa diliat lah kata-kata di puisi itu yang mirip-mirip sama lagu), kita jadi sok puitis gitu. Ngga banget ya ? =D

Inget bikin puisi jadi inget waktu sma pernah bikin puisi bersambung juga, terus suka bikin puisi asal-asalan juga yang ada di orji-nya si buluk (bul, masih ada ga puisi gw yang norak ituh? Heu2..) Tapi bikin puisi bersambung gini bisa mengasah keterampilan juga kok.

 

      Inda - Dirikuw - Ocha

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://army.blogsome.com/2006/09/02/puisi-aja-dulu/trackback/

  1. hi km orang mana sih?

    q le knalan kan sm km

    Comment by nanang — June 26, 2008 @ 4:56 pm

  2. gila kerenn bngtt

    Comment by CHA — September 13, 2008 @ 10:46 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham